25 Oktober 2009

STRATEGI PEMASARAN TRAVEL HAJI DAN UMROH

SIFAT DAN ISI RENCANA PEMASARAN

Oleh ; Fitri Cahyani

Jika sebelumnya kita sudah mempelajari tentang bagaimana langkah-langkah dalam proses perencanaan yaitu tentang bagaimana merencanakan program pemasaran serta mengorganisir, menerapkan serta mengendalikan usaha pemasaran, kali ini pada kelompok selanjutnya kami ingin membahas tentang Sifat dan Isi rencana pemasaran apa-apasaja karena pada dasranya tiap-tiap level produk ( lini produk, merek ) harus menyusun RENCANA PEMASARAN[1] untuk mencapai sasarannya. Rencana pemasaran merupakan salah satu hasil terpenting proses pemasaran.

Rencana pemasaran semakin beorientasi-pelanggan dan berorientasi-pesaing serta semakin masuk akal dan realistis dibandig di masa lalu. Rencana ini mengambil semakin banyak input dari semua fungsi dan semakin banyak disusun melalui tim. Para eksekutif pemasaran semakin melihat diri mereka sendiri, pertama sebagai manajer professional dan kedua sebagai spesialis. Perencanaan menjadi sebuah proses berkelanjutan dalamm rangka menaggapi kondisi pasar yang cepat berubah.

Pada saat yang sama, prosedur dan isi perencanaan pemasaran sangat beragam antara perusahaan satu dengan lainnya. Rencana itu berbeda-beda istilahnya yang disebut “rencana bisnis” , “rencana pemasaran” dan kadang-kandang “rencana Pertempuran”. Kebanyakan rencana pemasaran meliputi satu tahun. Rencana-rencana itu beragam panjangnya mulai dari dibawah 5 sampai 50 halaman. Beberapa perusahaan memperlakukan rencana mereka secara sangat serius, sementara yang lainnya hanya melihatnya sebagai panduan kasar untuk bertindak.

Eishenhower pernah mengamati : “dalam mempersiapkan pertempuran saya selalu menemukan bahwa rencana itu tak bermanfaat tetapiperencanaan itu sangat penting” yang paling sering disebut sebagai kelemahan rencana pemasaran terkini yaitu tidak adanya realism, tidaik cukupnya analisis persaingan dan fokusnya jangka pendek saja.

Lalu, seperti apakah wujud rencana pemasaran itu ? apa yang terkandung di dalamnya?

ISI RENCANA PEMASARAN[2]

* . Ikhtisar Eksekutif dan Daftar Isi : rencana pemasaran harus dibuka dengan ikhtisar singkat mengenai sasaran dan rekomendasi utama rencana bersangkutan. Ikhtisar eksekutif memungkinkan manajemen senior meraba-raba inti rencana itu. Daftar isi hendaknya menyertai ikhtisar eksekutif.

* . Situasi Pemasaran saat ini : Bagian ini menyajikan datalatarbelakang yang relevan tentang penjualan, biaya, laba, pasar, produk, persaingan, saluran distribusi dan berbagai kakuatan dilingkungan makro. Informasi itu digunakan untuk melakukan analisis SWOT dan mengidentifikasiisu utama yang mungkin mempengaruhi pencapaian tujuan Organisasinya.

* . Analisis Peluang dan Isu : Manajemen mengkaji ulang peluang utama yang ditemukan dalam analisis SWOT dan mengidentifikasiisu utama yang mungkin mempengaruhi pencapaian tujuan organisasinya.

* . Tujuan : manajer produk menyatakan secara umum sasaran keuangan dan pemasaran utama pada rencana itu yang dinyatakan dalam volume penjualan, pangsa pasar, laba dan ukuran yang relevan.

* . Strategi Pemasaran : Manajer produk mengidentifikasikan segmen sasaran, yakni kelompok dan kebutuhan yang ingin dipuaskan oleh tawaran pasara. Kemudian manajer menetapkan penentuan posisi bersaing produk, yang akan memberitahukan “rencana permainan” untuk mencapai tujuan rencana tersebut. Semua ini dilakukan dengan masukan dari bidang-bidang organisasi lain, seperti pembelian, manufacturing, penjualan, keuangan dan SDM untuk memastikan bahwa perusahaan dapat memberikan dukungan yang tepat sehingga penerapannya efektif.

* . Program Tindakan : rencana pemasaran harus merinci program pemasaran actual, yang diturunkan dari strategi pemasaran, yang akan digunakan untuk mencapai tujuan bisnis. Masing-masing unsure strategi pemasaran harus dirinci informasinya untuk menjawab pertanyaan ini : apa yang akan dikerjakan? Kapan itu akan dikerjakan? Siapa yang akan mengerjakannya? Akan berapa besar biayanya? Akan bagaimana cara mengukur kemajuannya ?

* . Proyeksi Keuangan : Rencana tindakan memungkinkan manajer produksi membuat anggaran pendukung. Pada sisi pendapatan, anggaran itu menunjukan ramalan volume penjualan dalam unit dan harga rata- rata. Pada sisi beban, anggaran itu memperlihatkan biaya produksi, distribusi fisik, dan pemasaran, yang dipecah ke kategori yang lebih kecil. Perbedaan antara pendapatan dan beban merupakan proyeksi laba. Setelah disetujui, anggaran itu menjadi dasar untuk penyusunan rencana dan jadual pengadaan bahan baku, penjadualan produksi, perekrutan pegawai, dan opersai pemasaran.

* . Pengendalian Penerapan : bagian terakhir rencana pemasaran menyatakan secara umum pengendalian untuk memantau dan menyesuaikan penerapan rencana tersebut. Biasanya sasaran dan anggaran dijelaskan rincinya menjadi bulan atau triwulan sehingga manajemen dapat dikaji ulang hasilnya tiap-tiap periode dan melakukan tindakan perbaikan jika dibutuhkan.

Analisa SWOT dalam perencanaan Strategi Pemasaran[3]

Penggunaan analisa SWOT mutlak diperlukan untuk menentukan perencanaan strategi usaha, sehingga diharapkan nantinya hasilnya akan maksimal. Adapun analisa SWOT tersebut terbagi atas 2 analisa lingkungan, yakni:

Analisa lingkungan eksternal, dalam lingkungan eksternal terdapat 2 hal yang perlu diperhitungkan yaitu:

    • Peluang, dalam hal ini yang dimaksud adalah adanya nilai daya tarik dari produk tersebut dan bagaimana kemungkinan keberhasilannya produk tersebut di pasar. Tentunya ini memerlukan produk yang mempunyai keunggulan kompetitif.
    • Ancaman, yang terbagi atas tingkat keseriusan dari ancaman tersebut dan bagaimana kemungkinan terjadinya ancaman tersebut.

Analisa lingkungan internal, didalam lingkungan internal ada 2 hal yang perlu diperhatikan,adalah:

    • Kekuatan, ini untuk mengukur seberapa jauh suatu perusahaan mempunyai kekuatan untuk menguasai pasar. Kekuatan ini terbagi atas kekuatan utama dan kekuatan minor.
    • Kelemahan, pada kelemahan ini adalah seberapa besar suatu perusahaan dapat meng-eliminir kelamahannya ke tingkat yang minimal. Hal ini juga terbagi atas kelemahan utama dan kelemahan minor.

5 jenis situasi pemasaran saat ini

Ada 5 jenis situasi yang mempengaruhi pemasaran saat ini. Situasi tersebut adalah:

* Situasi pasar, dimana dalam hal ini mencakup kondisi dan situasi pasar sasaran, ukuran dan pertumbuhan pasar, segmen dan geografis, kebutuhan, persepsi, dan kecenderungan perilaku pembeli.

* Situasi produk, hal ini mencakup penjualan, harga, marjin kontribusi, laba bersih dan analisa produk.

* Situasi persaingan, ini mencakup identifikasi pesaing utama, pesaing pengikut yang digambarkan dengan ukuran, sasaran, pangsa pasar, kualitas produk, strategi pemasaran dan karakteristik lainnya.

* Situasi distribusi, ini adalah bentuk penyajian data dari ukuran dan kepentingan setiap saluran distribusi.

* Situasi lingkungan makro, ini menggambarkan kecenderungan dari lingkungan makro yang luas, demografi, perekonomian, teknologi, politik, hukum, sosio budaya dan lainnya.

LINGKUNGAN LINGKUNGAN

DEMOGRAFI/ TEKNIK/FISIK

EKONOMI

LINGKUNGAN LINGKUNGAN

POLITIK/ SOSIAL/

HUKUM BUDAYA


Gambar 1.1 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN

KESIMPULAN

Setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitas usahanya selalu menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukannya dalam rangka pencapaian tujuan usaha yang diharapkan. Rencana yang disusun memberi arah terhadap kegiatan yang akan dijalankan untuk pencapaian tujuan. Rencana kegiatan perusahaan yang menyeluruh harus didukung dengan rencana pelaksanaan yang lebih rinci dalam bidang- bidangkegiatan yang terdapat dalam perusahaan tersebut. Dalam hal ini sering ditemui adanya rencana produksi, rencana keuangan, dan rencana pemasaran. Rencana pemasaran yang disusun suatu perusahaan secara menyeluruh baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Setiap perusahaan atau badan usaha selalu melakukan kegiatan pemasaran sebagai cirri khas dari aktivitas usahanya[4]. tidak ada satupun perusahaan jasa atau perseroan terbatas yang tidak melakukan pemasaran. Kegiatan pemasaran perusahaan perlu dikoordinasikandan diarahkan untuk pencapaian tujuan perusahaan umumnya dan tujuan bidang pemasaran khususnya. Yang dimaksud dengan pemasaran disini adalah kegiatan yang langsung dikaitkan dengan mengalirnya baranga atau jasadari produsen ke konsumendalam rangka memenuhi kebutuhan dan kepuasan masyarakat atau konsumen.



[1] Manajemen Pemasaran, Philip Kotler ; indeks hal ;127

[2] Ibid hal ; 128

[3] Google searching ; belajarmanajemen.blogspot.com

[4] Manajemen Pemasaran, Prof. Dr. Sofjan Assauri, M.B.A, hal ;297

KKN oooh KKN part I

KKN oh KKN heheee….

Tanggal 18 Juli 2009 aku di antar ibu bapa dan adik ku marsha untuk melakukan kegiatan yg akan memakan waktu lamaaaa sekali yaitu KKN.. untuk ku 1 bulan terasa 1 tahun karena aku gak pernah berpergian dalam waktu lama kaya gitu.. paling ke jogja 4 hari atau keluar kota lainnya dan itu pun lengkap bersama ibu dan bapa ku serta adik-adik ku… sekarang aku di Cikoa sebuah kampong yang cukup miris buat ku.. seperti tayangan di TV tuker nasib prĂ©cis kaya gitu.. hal yang paling aku BENCI adalah aku gak pernah bisa makan nasi Orang lain Hiks… menyiksa buat ku karena HOMESICK melanda ku di malam pertama aku menelfon kekasih tersayang untuk menjemputku.. aku gak betah banget di rumah ini aku ga suka keadaan ini..

Ibu bapak ku mulai bergegas ke mobil dan aku Cuma dititipkan pesan agar trus mengaji dan sholat entah kenapa rumah yg ku tempati sepertinya mistik sekali.. ibu ku melihat seorang laki-laki di gudang dapur.. haaaah makin gak betah aja deh.. tapi aku harus bisa melewati hari-hari disini biar bagaimanapun aku harus kuat karena aka nada perjuangan besar di rumah ini bersama temen-temen 1 tim ku THE DREAM TEAM yaaaa itu tim yg sangat aku banggakan disana ada Merliza dia yang selalu membangunkan ku Sholat Subuh Orang nya ke-ibuan tapi yaa gitu agak ngaco sedikit hihiii.. ada khilda partner bobo ku hehee dia punya boneka bernama DoLpin boneka besar bentuk lumba-lumba yang selalu dipeluknya anaknya manja dan cukup cerdas.. ada Wiyan dia jg partner boboku di sebelah kiri hihiii bobok nya ganas suka menjajah ku kata merli.. tapi dia temen yg hangat dan enaaak bgt namun kadang sukan nyebelin jg sih klo lg sensi nya dating suka males negor takuuuut hiiihii… aku sama wiyan hampir mirip katanya sampe ada yg bilang kita kembar kita paling suka menghabiskan waktu di sawah dan paling seneng minta makanan ke warga Wiyaaan tuh Pede Abizzz hihii Piss yaa yaan…

Ada juga Nova dia temen baru lah di tim karena dia anak syariah beda fakultas dengan ku, anaknya jg asik dan bisa di ajak berteman hal yang gak terlupakan sama dia yaa itu ngajar kelas 1 MI bareng dan nyari belut disawah hihiii.. sama sih kaya wiyan kita paling suka nyari tutut sejenis keong kecil yang enaaaak bgt hohooo.. ( LAPER trus disana )

Kami ber-5 menempati ruangan yaaa sedanglah buat ukuran kami tidur Cuma itu.. aku harus tidur di bawah beralaskan kasur lipet Ohhh Nooo.. aku kan suka kembungan dan kentutuan tapi kesiniin aku gak kembung lagi uda kebal kayannya..

Dikamarlah kami biasa menghabiskan buat dandan ngobrol cerita-cerita gossip maen laptop, diskusi bikin puisi bahkan cerita yang gak banget kita lakuin dikamar sampe baca komik jorok pun di kamar..

Di KKN Lah aku menemukan kemandirian bahwa hidup ku ini gak bisa bergantung sama orang lain tapi harus kita yang berani memutuskan nya dengan cepat dan tepat,,,

Aku 1 TIM dengan Galih bapak ketua Tim KKN hehee yg tadinya aliiim bgt pas di KKN baru ketauan deh klo dia suka pijit-pijit khilda hihiii dia sayaang bgt sm khilda pacarnya, dan keberadaan dia memang tim KKN butuhkan Leader yang selalu membuat anak-anak tenang dan jelas.

Ada Panji yang udah aku anggap kaya sodara sendiri, dia selalu membantu ku di sana hal apapun panji welcome mulai dari pinjemin HP nya wat Modm, nge-Online disana dia jg temen ku ngajar ke MI ngajar murid Kelas 1 bayangin aja sampe sekarang serak nya masih terasa.. hiiihh anak kelas 1 itu semua nya Hyper sampe kita kewalahan..

Ada jg Kiki “ Kremi “ temen yang paling seneng ngeledekin aku.. nyebelin tp ngangenin pas dia pulang Basecamp jd sepiii ga ada bahan celaan.. tp dia Qori nya pinter bgt ngaji nya baguuus bgt kadang dia bermanfaat jg yah hihii..

Ada marel “ gembuL “ dia jg baik bgt sama aku, ojeg qu pas pulang pengajian di atas gunung hihiii,, gembul itu aga lola lemot tapi bingung kenapa dia kepilih jd ketua Event besar di kegiatan KKN kita.. tapi so far so goooood buat gembul…

Ada oLLo dia jg salah satu temen terbaik ku yaaa dia itu temen piket bersih-bersih setiap senin, dan piket masak setiap jumat sama kaya Wiyan karena kami bertiga 1 tim piket hihiiii kalo lg beres-beres rumah lagi masak lucu deh menu yang pernah kita masak sayur asem, tempe mendoan, sambel cuka, semur tahu, mie instan jamaahan, soto banjar, tempe tepung, sambel soto, kolak ubi, bubur kacang ijo ubi goring ikan tawes goring, genjer tumis, tutut… hihiiiii gak terlupakan kepasar jumat sama wiyan..

Ada jg akbar yang sedikit pendiam tp asiiiik dia geseng kaya areng tapi manisss bgt mukanya.. anak-anak terkesima kalo BABA ( aku dan temen-temen panggil dia ) lagi maen marawisan ato lg khotbah di masjid pake bhs arab wuiiih mantep bgt deh… hal gak terlupakan waktu kita ke sindang pala naek motor

Event Organizer ( Design Grafis )

D E S I G N G R A F I S

Oleh ; Fitri Cahyani, Novitasari, dan Iwan. Manajemen Dakwah 7

Pengertian Design Grafis :

Karya Seni identik dengan suatu yang unik. Oleh karenanya seorang seniman dalam melahirkan karyanya selalu mencari bentuk-bentuk baru. Untuk itu diperlukan sesuatu yang unik. Ini berarti sesuatu yang belum pernah atau mungkin jarang dipakai oleh seniman lain pada karya sebelum nya.


Definisi desain grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer grafis (perancang) untuk memilih desain foto, menciptakan desain brosur, atau mengatur elemen rupa design grafis seperti ilustrasi brosur desain, foto desain, tulisan brosur design, dan grafis desain garis di atas suatu permukaan foto design dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar design grafis maupun tanda design brosur yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau design foto.


Desain Grafis juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang media desainer grafis untuk menyampaikan informasi, ide, konsep, ajakan dan sebagainya kepada khalayak dengan menggunakan bahasa visual. Baik itu berupa tulisan grafis desain, foto desain foto, ilustrasi brosur design dan lain sebagainya.

Design grafis adalah solusi komunikasi yang menjembatani antara pemberi informasi dengan publik, baik secara perseorangan, kelompok, lembaga maupun masyarakat secara luas yang di wujud kan dalam bentuk kommunikasi visual.


Sebagaimana layaknya informasi yang disampaikan menggunakan bahasa lisan (suara) yang dapat disampaikan secara tegas, ceria, keras, lembut, penuh gurauan, formal, dan sebagainya dengan menggunakan gaya bahasa dan volume suara yang sesuai, design grafis juga dapat melakukan hal serupa. Kita dapat merasakan sendiri setelah membaca sebuah berita (tulisan) desain brosur, melihat foto desain atau ilustrasi design foto, melihat permainan warna brosur desain dan bentuk dari sebuah karya design brosur yang berbentuk publikasi cetak, nuansa yang ditimbulkannya. Apakah informasi foto design itu tegas, formal, bergurau, lembut, anggun, elegan dan sebagai nya.


Kenapa kita dapat merasakan hal itu? Kenapa obyek publikasi itu bisa menimbulkan kesan dan pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan hingga dimengerti oleh kita sebagai pembaca? Jawabannya adalah karena adanya unsur-unsur design dan prinsip-prinsip design yang ada dalam sebuah karya design tersebut, baik disadari maupun tidak disadari oleh pembuatnya.

Design grafis adalah awal menggaet sponsor ketika akan menggelar sebuah event kita selalu berfikir tentang materi publikasi. Sebelum atau saat bersamaan kita membuat proposal sebaiknya kita juga membuat design grafis yang kita gunakan sebagai cover proposal, atau kita bawa untuk kita tunjukan kepada orang-orang yang kira-kira berkompeten, design itu diprint di atas kertas foto glossy, merupakan materi awal untuk kepentingan materi publikasi dan promosi.

Mungkin kita tidak memilki staff khusus ahli grafis tapi kita bisa tempuh jalan dengan membuat ditempat-tempat biro jasa periklanan atau minta bantuan kepada teman-teman kita yang memang menekuni bangku studi grafis. Sajian design grafis merupakan perwujudan roh atau jiwa event yang akan kita selenggarakan. Kita akan selalu mengubah design itu sa,pai kita merasa cocok akan tampilannya.

HAL PENTING DALAM MERENCANAKAN DESIGN GRAFIS ANTARA LAIN[1]

v Memuat gambar ilustrasi yang sesuai dengan tema vent, bila di ibaratkan lukisan ilustrasi ini adalah dasar dari semua tampilan. Kita bisa memilih dasar warna gelap, terang, warna meriah bila event ini segmentnya remaja misalnya.

v Menampilkan wajah artis/nama-nama penampil secara mencolok dan kontras dengan warna dasar.

v Menampilkan informasi tempat dan waktu pelaksanaan dan dan harga tiket tanda masuk, perkirakan dulu nanti bisa berubah.

v Menampilkan logo-logo sponsor tentu yang telah memilki kedekatan emosional dengan kita atau yang sudah kita hubungi via telephone bahwa kita akan mengadakan suatu event menarik.

v Design itu lalu kita print dalam ukuran kwarto

v Pandanglah berulang-ulang sampai menemukan keindahan daya tarik yang muncul dari design tersebut sehingga benar-benar eye catching.

v Kirimkan design grafis itu melalui mail-list atau melalui e-mail kepada teman-teman kita terutama kepada perusahaan calon sponsor beserta proposalnya.

Dalam membuat design kita perlu mendalami tentang segmen pasar event kita[2]. Kalau event kita adalah untuk golongan usia di atas 30 tahu kita bisa lebih banyak menggunakan warna-warna soft pastel atau suatu komposisi desaign yang cukup menarik tapi tidak terlalu melelahkan dipandang mata. Citra design tersebut ekslusif dan elegan, tetapi bila segmen nya adalah remaja atau ABG kita bisa lenih leluasa bermain grafis kadang malah tidak menyatu dengan tema.

Contohnya iklan-iklan event pentas seni dari sampoerna, djarum festival rock dll, terkesan sangat absurd, tetapi memunculkan karya kreatif yang bernilai tinggi.

Desain grafis[3] adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam grafis desain, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan oleh desainer grafis. Design grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art foto desain. Seperti jenis desain lainnya, design grafis untuk desain brosur dapat merujuk kepada proses pembuatan brosur desain, metoda merancang design brosur, produk brosur design yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (design). Seni grafis desain mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, design foto, pengolahan gambar foto design, & tata letak.

Unsur dalam desain grafis untuk design Proposal event sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut ( termasuk shape, bentuk

( form ), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang tentu akan lebih luas.


Desain grafis oleh desainer grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, desain foto dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, design grafis juga diterapkan dalam media elektronik foto desain, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau design grafis multimedia. Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain brosur. Desain grafis untuk brosur desain bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakupi pengolahan ruang dinyatakan dalam bentuk visual.




Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis untuk brosur design adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep design foto atau ide foto design biasanya tidak dianggap sebagai sebuah design sebelum direalisasikan atau

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tidak perlu menuntut banyak ruang.


Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

Seputar Dunia Desain Grafis

Judul artikel ini agak aneh memang, "Desain Grafis bukanlah corel draw", tapi ini kenyataan yang terjadi pada sebagian orang yang menganggap kalau sudah bisa menggunakan Corel Draw berarti sudah menjadi seorang Desainer Grafis.

Jujur saja kalau saya mengatakan dengan bahasa yang agak extrem bahwa pendapat diatas adalah “ SALAH BESAR ”.


Desain Grafis adalah ilmu komunikasi visual yang dilandasi kemampuan berpikir dan ketrampilan artistik. Suatu disiplin ilmu yang berhubungan erat dengan komunikasi dan marketing. Sehingga seorang Desainer Grafis yang asli bukan “gadungan” atau “Aspal (Asli tapi palsu) dapat menyerap dan mengimplementasikan konsep dari komunikasi dan marketing. Batman aja ada gadungannya, apa lagi desainer grafis.


Bayangkan, baru saja bisa menggunakan Corel Draw, Freehand atau Photoshop merasa sudah menjadi desainer grafis. Walah,…walah… bisa ancur dunia
Grafis DesainIndonesia.

Padahal seperti kita ketahui, Corel Draw, Freehand, atau Photoshop dan software pendukung
Grafis Desain lainnya hanyalah sebagai alat/tools yang digunakan untuk mengimplementasikan suatu desain melalui komputer (digital). Tanpa software-software tersebut mana mungkin dapat menghasilkan karya desain seperti Desain Foto dan Desain Brosur yang sempurna bentuk maupun warnanya. Dan software-software ini memang menjadi andalan untuk desain, finalart work untuk cetak & multimedia.


Di era digital saat ini kemampuan mengopoperasikan software desain adalah mutlak. Tanpa kemampuan ini seorang desainer grafis akan mendapat kesulitan dalam mewujudkan ide-idenya bahkan kesulitan untuk dapat bekerja sama dengan sebuah perusahaan
Design Grafis/agency misalnya yang notabene semua

hasilpekerjaan saat ini serba digital.

Lain lagi dengan istilah "setting" yang saat ini di beberapa kalangan dianggap sebagai desain. Ini juga termasuk pendapat yang "SALAH BESAR". Karena "setting" pengertiannya adalah menyusun atau menata letak. Jadi pengertian "setting" bukan lah Design.


Kata "setting" mengingatkan saya PADA sekitar tahun 90an dimana era digital belum begitu memasyarakat seperti sekarang. Ketika itu, hanya tempat-tempat yang melayani "setting huruf" yang memiliki komputer untuk setting huruf termasuk tempat untuk separasi warna (color separation). Istilah setting memang sangat akrab pada saat itu tapi bukan setting yang dimaksud adalah desain grafis, bukan sama sekali tapi memang setting biasanya digunakan untuk mendesain. Dan hasil settingan dalam bentuk kertas "hitam putih" namanya kertas "bromide" (maaf bila salah mengeja).


Apalagi bila ada sebagian orang yang mengatakan desain itu gampang, tinggal ceplok sana ceplok sini tambah warna, tambah
Foto Design kasih efek jadi deh. Gampangkan!?

Jika memang
Design grafis itu gampang, kenapa harus ada universitasnya, akademinya, kursus-kursus dan pelatihan-pelatihan baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Di Indonesia sendiri sudah banyak akademi dan universitas yang membuka fakultas seni rupa dan desain dengan jurusan "graphic design" atau "komunikasi visual". Bagi anda yang masih menganggap desain grafis itu gampang



[1] Cara Pintar jadi Event Organizer, Galang Press, KRMT Indro “kimpling” Suseno, SH

[2] Untung besar bisnis Event Organizer, KRMT indro”kimpling”suseno, SH

[3] Google searching

Manajemen Siaran Produksi Dakwah !!

TENTANG REPORTER, PENYIAR - PENYAJI,

AKTOR DAN BINTANG TELEVISI

1. Pengertian Reporter :

Seseorang yang ditugaskan untuk melakukan liputan. Reporter diharapkan muncul dalam paket berita yang tengah dikerjakan. Sebelum kita mulai terjun kelapangan untuk melakukan kegiatan reportase atau peliputan , kita harus mengenal terlebih dahulu perbedaan antara membuat berita dan mengkreasikan ( menciptakan ) berita.

Yang dimaksud dengan membuat berita adalah reportase di lapangan tentang hal-hal yang sudah ditentukan lebih dulu, seperti undangan , press conference atau liputan terencana lainnya yang tematis. Istilah lain reportase model ini adalah liputan yang sudah direncanakan.

Sementara yang dimaksud dengan mengkreasikan ( menciptakan ) berita, adalah reportase di lapangan tentang hal-hal yang tak terduga atau belum direncanakan lebih dulu, seperti kecelakaan lalu lintas, bencana alam, dan kejadian tak terduga lainnya.

A. Membuat berita :

Jika kita berkunjung ke sebuah perusahaan penerbitan pers, kita akan melihat kebiasaan satu dua orang wartawan yang kurang kreatif, yakni menunggu press release ( siaran pers ) dari instansi lain. Dari press release itulah dia membuat berita atas nama dirinya. Denga demikian tanpa keluar dari kantor pun tiap hari dia bisa membuat berita. Memang praktik pengiriman press release ini selalu ada di setiap perusahaan pers, namu menurut penulis cara membuat berita seperti ini tidak membuat wartawan terpacu untuk menciptakan berita-berita menarik dan inovatif.

Selain menunggu press release ada juga wartawan yang lebih suka mengambil bahan berita dari kantor berita asing. Kemudian diterjemahkan dalam bahsa Indonesia dan jadilah berita ini menjadi milik yang bersangkutan. Untuk itu kebiasaan kedua ini agaknya lebih baik, karena dengan cara seperti itu wartawan yang bersangkutan akan terbiasa menterjemahkan bahsa asing. Hal ini bisa dijadikan modal ketika ia akan beralih ke media televisi, karena salah satu tes untuk diterima di televise adalah menonton tayangan dari kantor berita asing dan melakukan re-writing ke dalam bahsa Indonesia cara kedua ini pun masuk dalam kategori membuat berita, bukan menciptakan berita.

Bagaimana cara memadukan kebiasaan membuat berita ini dengan usaha menciptakan berita? Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang wartawan dalam upaya mengalihkan kebiasaan membuat berita menjadi menciptakan berita :

1. Mengambil beberapa sumber dan meramunya menjadi sebuah berita baru.

2. Mengambil beberapa referensi berita yang ada untuk kemudian membuat berita baru dengan sudut pandang ( angle ) yang berbeda.

3. Mengambil referensi lain yang sesuai untuk menciptakan sebuah berita baru yang jauh lebih bernuansa.

Ada prinsip reporter yang harus dijunjung tinggi “ pantang pulang tidak membawa berita ” maksud nya setiap reporter yang sudah keluar dari kantor, ketika kembali ke kantor harus membawa berita actual. Lebih bagus untuk reporter adala memilki ide lalu mengaplikasikannya menjadi sebuah berita televise maka sebetulnya kita sudah melakukan kegiatan mengkreasikan berita.

B. Jenis reportase :

Menyangkut kegiatan peliputan berita di lapangan, Frans ambudi (reporter) SCTV menyebutkan ada dua jenis peliputan yakni : peliputan tidak terencana dan peliputan terencana.

Peliputan tidak terencana biasanya mengandalkan fakta dan peristiwa. Unsure-unsr apa, siapa, di mana, dan kapan harus langsung terjawab pada saat peliputan. Dalam peliputan jenis ini biasanya akan didapat kesaksian tentang suatu peristiwa, narasumbernya pun diperoleh secara mendadak. Atau bisa jadi seorang reporter yang terjebak dalam suatu situasi sehingga dia harus melaporkannya kepada khalayak.

Peliputan tidak terencana juga bisa merupakan penugasan mendadak dari redaksi, sehingga mau tidak mau sang reporter terjun ke lapangan. Karena itu coordinator liputan harus sensitive dengan objek-objek berita yang bisa menjadi suatu keunggulan stasiun TV-nya.

Bagaimana dengan peliputan terencana? Sesuai namanya jenis peliputan ini lebih muah tapi penuh tantangan. Karena sudah terduga dan terencana, maka fakta, peristiwa dan data dapat diperoleh lebih lengkap dan akurat. Peliputan jenis ini dapat melibatkan analisis reporter serta latar belakang di balik sebuah peristiwa secara lebih terperinci

Selain peristiwa hangat dilapangan , jenis peliputan terencana bisa dikembangkan menjadi beberapa siaran news, seperti :

1. Siaran langsung ( live )

2. Talk show

3. Debat politik

4. Feature

5. Investigasi

Dalam melakukan peliputan terencana ada beberapa hal yang dapat dimanfaatkan secara optimal yakni :

1. Dokumentasi berupa buku, kliping, transaksi, laporan, dan lainnya

2. Narasumber, saksi, korban, pelaku, pakar, pengamat, pejabat dan lainnya

3. Internet, dengan berbagai website yang ada di dalamnya.

Setelah meliput di lapangan seorang reporter harus menyusunnya dalam bentuk skrip ( naskah ) berita. Naskah berita dibuat dengan model dua jalur seperti dilihat pada lampiran berikut.

REPORTER STAND UP :

Stand up artinya seorang reporter langsung melaporkan suatu kejadian peristiwa atau kondisi objek berita langsung dari tempat. Tidak selamnya seorang reporter mampu stand up di hadapan kamera. Biasanya demam kamera dan perasaan grogi akan menyelimuti para reporter yang baru terjun di lapangan. Reporter harus mamp menguasai perasaan, suara, dan hal psikis lainnya berkaitan dengan pristiwa atau kondisi saat dia melaporkan. Dengan kata lain mental set seorang reporter pada saat stand up harus prima, terutama daya improvisasinya.

Pada saat stand up seorang reporter dilengkapi dengan catatan kecil yang menjadi pointer kejadian atau kondisi yang harus dilaporkan, tapi detail narasinya harus diimprovisasikan sendiri. Dan yang tidak kalah penting adalah kontak mata antara reporter dengan penonton harus tetap dijaga, karena ribuan bahkan jutaan penonton sedang menontonnya dirumah.

Stand Up seorang reporter dimungkinkan karena adanya system ROSS yang berlaku di dunia jurnalistik televise.

System ROSS menurut Hartoko[1] dibedakan menjadi 4 :

1. Reportase On the Spot and on the Screen

2. Reportase On the Spot but off the Screen

3. Reportase Off the spot and on the Screen

4. Reportase Off the Spot but Off the Screen

Reporter yang stand up melakukan system ROSS yang pertama, yakni melaporkanlangsung dari tempat kejadian ( On The Spot ) dan muncul di layar ( on The Screen ). Ada dua kemungkinan stand up. Pertama, stand up yang di lakukan secara live ( lansung dri tempat kejadian ). Untuk keperluan ini pihak stasiun TV harus menggunakan SNG ( satellite News Gathering ) yang dihubungkan dengan Anchor di studio. Kedua, Stand up rekaman yang dibuat untuk keperluan paket berita.

Untuk yang pertama, seorang reporter harus betul-betul prima dalam melaporkan langsung dari tempat kejadian. Jangan sampai ada kesalahan karena langsung disiarkan kepada pemirsa. Kesalahan sedikit saja akan membuat reportase yang mengecawakan penonton. Sementara yang kedua, jika ada kesalahan bisa di ulang sampai menghasilkan stand up yang baik.

ALASAN STAND UP

Berdasarkan system ROSS yang lazim berlaku di dunia reportse TV[2], seorang reporter melakukan Stand Up karena beberapa alasan :

1. Memuaskan pemirsa

2. Memperlihatkan Faktualitas

3. Mengejar aktualits

4. Memperlihatkan How To

5. Bukti otentik

6. Mendekatkan diri secara psikologi

TIPS STAND UP

Seorang reporter yang akan melakukan Stand up sebaiknya mempersiapkan diri secara prima. Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :

1. Cek peralatan syuting ( kamera, mic, kabel, lampu ) sebelum melakukan stand up.

2. Jika peralatan sudah siap kemudian siapkan fisik dan mental kita. Termasuk busana kita agar tidak kelihatan norak atau tidak enak dipandang.

3. Pilihlah lokasi yang memungkinkan juru kamera leluasa mengambil gambar, termasuk soal penerangan dan gerakan kamera.

4. Aturlah komposisi yang pas dengan cara tetap memperlihatkan latar belakang lokasi kejadian. Untuk mendapatkan komposisi yang baik maka gunakan Frame KS ( knee shot ) agar dibackground tetap terlihat pemirsa. atau bisa juga dengan LS (Long shot )

5. Reporter tidak diharuskan ditempat tengah, tapisesuaikan dengan background lokasi kejadian. Jika dipaksakan centered bisa terkesan kaku dan background tidak mendukung.

6. Buatlah catatan kecil sebagai pointer pada secari kertas yang memuat hal-hal penting.

7. Jika kamera sudah ON maka mata harus selalu melihat lensa kamera. Lensa merupakan wakil mata penonton kalau sampai melenceng maka stand up gagal karena memutuskan kontak mata dengan pemirsa.

8. Konsentrasi itu hal penting untuk kesempurnaan reportase kita.

9. Kita tidak boleh terpaku seperti patung, gunakan gesture tubuh atau bila perlu bisa berjalan-jalan untuk mendeskripsikan suatu kejadian.

10. Aturlah suara sebaik mungkin jangan gagap usahakan lancer dan jelas pengucapannya pakailah headphone untuk mengatur lembut keras suara.

11. Tutuplah laporan sesuai dengan jenis beritanya yang dilaporkan, jika memperoleh hal sedih maka tutuplah degan suara dan mimic muka ikutan prihatin. Sebaiknya jika melaporkan hal-hal yang menggembirakan sunggingkan senyum ketika menutup laporan.

Yang penting adalah Improvisasi[3] yang paling harus diperhatikan , untuk bisa improvisasi, seorang reporter harus banyak menambah wawasan dan juga mengasah kreativitas serta intelektualitas. Pada saat stand up itulah integritas, smart atau tidaknya seorang reporter dipertaruhkan. Biasanya pihak redaksi mempunyai pertimbangan khusus untuk reporter yang akan melakukan stand Up, sebab kredibilitas stasiun TV bisa tercoreng hanya karena segelintir reporter yang gagal melakukan stand Up.

2. Pengertian Penyiar :

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Penyiar adalah “ orang yang menyiarkan dan penyeru pada radio. M.Habib Barri dalam bukunya yang berjudul “ Teknik dan Komunikasi penyiar Televisi dan Radio MC sebagai pengetahuan Praktis” menerangkan bahwa pengertian Penyiar adalah “ seorang yang bertugas menyebarkan ( syiar ) sesuatu atau lebih suatu Informasi yang terjamin akurasinya dengan menggunakan radio dengan tujuan untuk diketahui oleh pendengarnya, untuk dilaksanakan, dipatuhi, dan dipahami. Sedangkan menurut Thomdike dan Barnhart dalam bukunya yang berjudul “Junior Dictionary” mengatakan bahwa penyiar adalah person who make announcements over the radio ( orang yang memberitahukan sesuatu melalui Radio ).

Dan menurut Onong Uchjana effendi dalam bukunya “Radio siaran –Teori dan Praktek “ mengatakan Penyiar adalah Orang yang menyajikan materi siaran kepada para pendengar.

Chester, Garishon dan willis dalam bukunya “ Television and Radio “ mengatakan Penyiar dalam sebuah station memainkan banyak peranan, pada umumnya penyiar adalah juru bicara station radio siaran. Di belakang layar studio penyiar juga memiliki peranan penting yang memilki tugas lain sesuai keterampilan yang dimilkinya. Tentu saja penyiar adalah seorang penampil yang melakukan pekerjaan penyiaran, menyajikan produk komersial, menyiarkan berita/informasi, acting sebagai pembawa acara, pelawak, menghandle olahraga, pewawancara, diskusi, quiz, dan narasi.

Banyak aturan yang menuntut penyiar agar lebih persuasive dan komunikatif pada pendengarnya, semuanya di awali dengan pengenalan untuk memilki pegetahuan/mengetahui tentang karakteristik medium radio.

Sebelum memahami lebih jauh tentang anchor, kami mencoba menggolongkan penyiar atau presenter televise menjadi 3 jenis : Continuity Presenter, Host ( Penyiar sebuah acara ), dan Anchor. Khusus untuk tayangan music MTV ada istilah VJ MTV ( video Jocky music television ).

A. CONTINUITY PRESENTER

Presenter jenis ini adalah mereka yang bertugas mengantarkan acara-acara televise kepada pemirsa. Mereka berfungsi sebagai jeda atau perangkai dari satu acara ke acara lainnya. Penampilan mereka sangat santai. Biasanya mereka akan sedikit mengulas materi yang segera hadir, dengan tujuan mengajak dan menambah pemirsa agar tidak berganti channel ke stasiun TV lainnya. Selain itu penyiar ini sering memberikan kiat khusus berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Keberadaan continuity Presenter ini cukup membantu memasarkan sebuah acara.

B. HOST

Secara umum Host digambarkan sebagai orang yang memegang sebuah acara tertentu. Keberadaan host biasanya identik dengan acara yang dibawakan nya. Dengan demikian selain jenis acara, figure host yang bersangkutan juga memegang peranan penting. Kehadiran seorang host yang berkarakter akan menjadi daya tarik sebuah acara. Jika host ya tidak berkarakter maka bisa jadi acara tersebut segera ditinggalkan pemirsanya.

Untuk itusetiap produser sebuah acara harus betul-betul selektif memilih Host artinya, pertimbangan pemilihannya tidak didasarkan dari kecantikannya atau postur tubuhnya atau dandanannya serta popularitasnya, tapi dari integritasnya dan karakternya. Sering kita lihat acara di TV berganti-ganti host hanya karena masalah karakter.

Sebagai contoh Tukul arwana sebagai host dari Bukan empat mata, atau Dahsyat dengan host nya Trio ROL ( Raffi, Olga, Luna ), Dorce dengan Dorce Show nya mereka memilki karakteristik yang sangat kuat tidak hanya mengandalkan kecantikan atau ketampanan tetapi juga pembawaan.

C. ANCHOR

Jenis presenter yang ketiga ini adalah anchor, jika istilah host lebih banyak digunakan kepada seseorang yang membawakan acara non-berita, maka istilah anchor khusus diberikan kepada seseorang yang membawakan atau menyajikan berita. Mari kami kenalkan istilah-istilah yang mungkin bisa menambah pengetahuan kita bersama dalam mempelajari mata kuliah ini .

NEWS PRESENTER

Newspresenter, secara umum, adalah orang yang mempresentasikan sebuah program berita di TV, Radio, atau Internet. Istilah ini tidak digunakan secara umum oleh orang di dalam industri (pertelevisian), karena mereka cenderung menggunakan istilah yang lebih terdeskripsi atau kadang-kadang khusus (sesuai negara). Contohnya adalah “newsreader“, “newscaster“, dan “newsanchor“.

Pembedaan Peran[4]

Newscaster

Newscaster adalah presenter berita yang dia sendiri adalah sebagai reporter aktif, yang juga berperan dalam proses pembuatan naskah berita bagi bulletin berita tersebut.

Sebelum era televisi, siaran berita radio sering mencampurkan antara berita dengan opini di mana masing-masing presenter memiliki gaya yang berbeda-beda. Presenter semacam ini sering pula disebut sebagai komentator. Presenter berita terakhir dalam tipe ini adalah Paul Harvey. Istilah newscaster menjadi umum untuk membedakan antara presenter dari berita umum dengan komentator.

Akan tetapi, di Inggris, presenter yang bekerja di ITN sering disebut sebagai newscaster (sudah dimulai semenjak 1950-an), sementara yang bekerja di BBC menyebut diri dengan newsreader.

Newsanchor

Di Amerika Serikat dan Kanada, presenter dari program berita, lebih sering disebut sebagai newsanchor (kadang kala disebut anchorperson, anchorman, atau anchorwoman), dan bukan sebagai “newscaster“. Anchorman adalah orang yang mempresentasikan materi yang telah dipersiapkan untuk program berita, dan, kadang kala, harus pula berimprovisasi komentar untuk presentasi langsung. Banyak newsanchor yang terlibat juga dalam proses pembuatan atau pengeditan berita.

Istilah “anchorman” pertama kali dikemukakan oleh produser Don Hewitt, dan PBS mencatat penggunaan pertama kali pada tanggal 7 Juli 1952, untuk mendeskripsikan peran Walter Cronkite dalam Konvensi Partai Republik dan Partai Demokrat. Menurut Hewitt, istilah ini mengacu pada “anchor leg” dalam balapan relay.

Menurut:(http://id.wikipedia.org/wiki/Pembawa_berita)

PEMBAWA BERITA

Presenter berita adalah orang yang membawakan atau mengantarkan acara berita di televisi atau radio. Istilah ini biasa dipakai di industri televisi di Indonesia dan merupakan padanan penyiar berita yang juga banyak dipakai di radio. Secara internasional dikenal tiga kategori yakni pembaca berita ( newsreader ), penyiar berita ( newscaster ), dan jangkar berita ( anchor ).

Perbedaan peran[5]

Pembaca Berita

Pembaca berita adalah pembawa acara yang berperan membacakan berita. Dalam dunia modern, teknologi memungkinkan para jurnalis melakukan siaran langsung dari lokasi kejadian, sehingga mengurangi peran utama sang pembaca berita.

Sejak tahun 1980-an banyak lembaga penyiaran yang berpindah dari sekedar memakai pembaca berita, yang kebanyakan adalah aktor yang sekedar membacakan naskah yang ditulis orang lain dan tidak punya peran dalam peliputan berita. Stasiun seperti TVRI juga berpindah menggunakan penyiar berita yang terlibat dalam pembuatan berita dan bukan sekedar membacakannya.

Penyiar berita

Penyiar berita adalah orang yang menyiarkan program berita dan ia juga bekerja sebagai jurnalis and ikut dalam peliputan berita atau produksi berita, yakni aktif ikut serta dalam membuat naskah berita yang akan dibacakannya. Istilah ini diperkenalkan di tahun 1980an untuk membedakan jurnalis aktif dari pembaca berita, jenis presenter berita sebelumnya.

Penyiar berita ( anchor ), newscaster, atau newsreader adalah mereka yang membawakan siaran berita. Tugas-tugas[6] mereka sebenarnya memilki perbedaan antara satu dengan yang lainnya.

Jangkar berita

Jangkar ( telangkai ) berita atau news anchor, adalah jurnalis televisi atau radio yang membawakan materi berita atau hanya merangkai dari satu topic berita ke topic berita yang laindengan membacakan Leads ( teras berita ) dari masing-masing berita tersebut. Sedangkan isi selengkapnya dilaporkan oleh reporter. dan sering terlibat memberikan improvisasi komentar dalam siaran langsung. Istilah ini utamanya dipakai di Amerika Serikat dan Kanada. Banyak news anchor terlibat dalam penulisan dan/atau penyuntingan berita bagi program mereka sendiri. News anchor juga mewawancara narasumber di studio atau memandu program diskusi. Banyak juga yang menjadi komentator dalam berbagai program berita.

Istilah anchor ( juga anchorperson, anchorman, atau anchorwoman ) diperkenalkan oleh produser CBS News Don Hewitt. CBS pertama kali memakainya pada 7 Juli 1952 untuk menjelaskan peran penyiar Walter Cronkite pada saat Konvensi Nasional Partai Demokrat dan Republik.

Walaupun penyiar berita bertugas membaca naskah berita yang telah disediakan redaktur tetapi ia bukan sekedar membaca tetapi menuturkan menyampaikan atau menyajikan sehingga harus mampu meyakinkan pemirsa. Adapun Standart Operating Prosedure ( SOP )[7] penyiar berita adalah :’

1. Persiapan

a. Sudah harus hadir diruang pemberitaan minimal satu jam sebelum siaran dimulai dan tidak diperbolehkan meninggalkan tempat hingga siaran berita usai.

b. Sudah dalam keadaan siap tampil ( make-up, busana, tata rambut ).

c. Mempelajari urut-urutan berita untuk siaran sekarang

d. Memahami pengucapan ( pronounciation) yang benar untuk nama-nama asing atau istilah lain, jika ragu-ragu chek kamus.

e. Jika penyiar berita terdiri atas dua orang atau tiga pastikan tidak terjadi tumpang tindih pembagian item berita yang telah diatur dari redaktur.

f. Melakukan chek isi naskah berita.

g. Konsultasikan dengan kepala redaksi atau produser jika ada yang meragukan atau ingin mengganti kalimat yang lebih pas.

h. Jika harus berwawancara apakah langsung atau melalui telepon, koordinasikan isi pertanyaan yang akan diajukan dengan kepala redaksi atau produser.

i. Chek isi kalimat yang akan di telepormpter-kan jangan ada yang salah.

j. Lakukan latihan pelaksanaan tugas.

2. Di Studio

a. Sudah harus berada di studio paling tidak 15 menit sebelum jam siaran

b. Sudah siap dengan naskah yang akan dibaca dan sesuai urutan

c. Pastikan isi kalimat di teleprompter dan mengatur kecepatan sesuai dengan kemampuan

d. Pastikan keberadaan mikrofon sudah siap apakah menggunakan jenis clip-on atau tie-tac atau desk stand.

e. Pastikan bahwa posisi duduk atau berdiri jangan ketinggian.

f. Perhatikan monitor TV atau pengarah lapanga ( FD ) yang akan member tanda kapan anda mulai bicara.

g. Jika menggunakan head set pastikan bahwa saudara dapat mendengar instruksi dari production control.

h. Jika harus mewawancarai seseorang di studio,pastikan dimana posisi orang yang akan diwawancarai.

D. PRASYARAT MENJADI PRESENTER

Menurut RM. Hartoko[8], untuk menjadi penyiar TV yang baik, diperlukan kepribadian yang tepat. Ia menyebutkan beberapa prasyarat untuk menjadi presenter televise yang baik, yakni :

1. Penampilan yang baik dan perlu didukung pula oleh watak dan pengalaman. Tidak cukup hanya good looking wanita cantik atau pria tampan. Bagi wanita diperlukan wajah yang menarik serta pengawakan yang baik, sedangkan bagi pria perlu memilki kemampuan membawakan dirinya.

2. Kecerdasan pikiran yang meliputi pengetahuan umum, penguasaan bahasa, daya peneyesuaian dan daya ingatan yang kuat sehingga mampu mebawakan announcements di depan kamera dengan enak dan jelas, tanpa membaca kalau perlu semua hafal dan dilatih sendiri sesempatnya dalam menit-menit sebelum tampil.

3. Keramahan yang tidak berlebihan sampai over friendly yang dapat menjengkelkan dan menjdai tidak wajar.

4. Jenis suara yang epat dengan warna suara yang menyenangkan untuk didengardan memilki wibawa yang mantab.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa prasyarat bagi calon presenter yang baik adalah seorang yang enak dilihat dan enak didengarkan dalam membawakan acara siaran, serta menunjukan kepribadian yang wajar. Kebanyakan orang merasa malu ( self conscious ) atau gugup bila menghadapi mikrofon dan kamera TV. Penyiar TV harus dapat mengatasi “ demam mikrofon”, “demam kamera” dan ‘ demam panggung”. Penyiar TV juga harus bisa mengendalikan sikap/gerakan dan perasaan ( motions /emotions ) dalam memelihara intimacy ( kedekatan ) dengan pemirsa melalui kontak mata ( eye contack ).

Hartoko menambahkan, masalah mental yang dihadapi oleh setiap penyiar TV ialah bagaimana supaya merasa akrab setullusnya terhadap penerima yang terdiri atas pemirsa yang tidak dilihatnya. Dalam pendekatan harus pula punya rasa berhubungan perorangan, berbicara kepada lensa kamera dengan nada percakapan 9 conversational tone ). Penyiar TV yang baik selalu menyadari bahwa ia menghadapi pemirsa-pemirsa sebagai ‘human being’, karena itu memerlukan pula pengalaman dalam pergaulan dengan orang banyak.

Menurut Boyd ( 1990 0 seorang penyiar berita ( newscaster/anchor) harus memilki :

1. Otoritas

2. Kredibilitas

3. Kejelasan dan kejernihan suara

4. Komunikatif

5. Kepribadian kuat

6. Profesionalitas yang tinggi

7. Penampilan dan volume suara yang prima.

Berbeda dengan RM. Hartoko, Habib Bari ( mantan kepala Seksi Siaran Televisi stasiun Bandung ) menyebutkan beberapa syarat untuk menjadi penyiar televise adalah :

1. Sehat jasmani/todak cacat tubuh ( terutama untuk penyiar TV /MC )

2. Sehat rohani tidak terganggu jiwanya

3. Berintegrasi tinggi

4. Berpenampilan simpatik

5. Mampu berbicara dengan jelas dan baik

6. Bersuara yang menarik

7. Berpengetahuan luas baik pengetahuan umum maupun bahasa.

8. Sabar tetapi cekatan dan lincah

9. Berwawasan luas

10. Memilki rsa humor yang tinggi

11. Cepat dapat menyesuaikan diri dengan keadaan

12. Teguh, disiplin, kaya imajinasi, jujur tulus ( sincere ).

3. Pengertian Aktor :

Tidak bedanya dengan penyiar, bintang televise atau artis, seorang actor bahwa kehadirannya di layar televise menjadi daya tarik selain harus menampilkan diri pada situasi dirinya yang sesungguhnya, actor juga harus mampu menutupi emosi dirinya dengan gaya dan acting yang dikehendaki oleh kondisi dan situasi pada saat itu.

Menurut Kamus Ensiklopedia , Aktor adalah Pria yang berperan sebagai pelaku dipementasan cerita, drama dan sebagainnya. Dipanggung radio televise atau film, orang yang berperan disatu kejadian penting.

Aktor dituntut untuk berwajah ceria, gembira, optimis, segar, rapih, walaupun dia dalam keadaan duka dan dirundung


[1] Jurnalistik televisi “ Teori dan Praktik “, Askurifai Baksin ; Simbiosa Rekatama Media h. 148

[2] Jurnalistik televisi “ Teori dan Praktik “, Askurifai Baksin ; Simbiosa Rekatama Media h. 149

[3] Jurnalistik televisi “ Teori dan Praktik “, Askurifai Baksin ; Simbiosa Rekatama Media h. 151

[4] Google searching

[5] Google searching

[6] Jurnalistik Televisi “ menjadi reporter professional ” , deddy Iskandar muda. h. 172

[7] Jurnalistik Televisi “ menjadi reporter professional ” , deddy Iskandar muda. h. 174

[8] Jurnalistik televisi “ Teori dan Praktik “, Askurifai Baksin ; Simbiosa Rekatama Media h. 151